https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/issue/feed Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2025-12-04T00:00:00+08:00 Junio Richson Sirait juniorichson@gmail.com Open Journal Systems <div id="journalDescription-179" class="journalDescription" style="min-height: 120px;"> <p><strong>Jurnal Teologi (JUTEOLOG) </strong>is a double-blind reviewer and open-access peer-reviewed journal that focuses on the novelty of theology, biblical exegesis, and Christian service and education practices through quantitative research, and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies).</p> <p><strong>Publisher by Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta </strong><strong>E-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1613609247&amp;1&amp;&amp;">2775-4006 </a>|| P-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1611725246&amp;1&amp;&amp;">2774-9355</a></strong></p> </div> https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/246 Digitalization and Church Leadership: Challenges and Opportunities for Contemporary Evangelism 2025-09-26T07:17:57+08:00 Antonius Natan antoniusnatan1@gmail.com David Ming david_ming2002@yahoo.com Jonathan D. James j.james@ecu.edu.aur <p>In the rapidly evolving digital era, church leadership and evangelistic missions face both significant challenges and new opportunities that demand strategic adaptation and technological innovation. The implementation of the Great Commission—including evangelism, apostolic ministry, pastoral care, discipleship, and church multiplication—must align with digital dynamics, especially in contexts constrained by geography, time, and limited human resources. Contemporary church leaders are required to possess not only the ability to discern the boundaries of their ministry but also the skill to delegate responsibilities wisely and collectively. This paper explores a collaborative model of church leadership grounded in biblical principles, as illustrated by the Apostle Paul in 1 Corinthians 3:6 (NIV): “I planted the seed, Apollos watered it, but God has been making it grow.” Through both theological and practical approaches, this study maps out a ministry structure that fosters communal learning within the body of Christ. The primary aim is to build effective ministerial synergy that supports sustainable church growth and the expansion of the gospel message. By strategically utilizing digital media—including social platforms, video content, and interactive applications—churches can enhance the effectiveness of their communication and outreach. This paper highlights the urgency of cross-functional collaboration and digital innovation in church leadership as a response to the realities of mission in the digital age.</p> 2025-12-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/254 Telaah Teologis: Pengajaran Tentang Konsep Hidup dalam Alkitab 2025-09-01T08:02:04+08:00 Hestyn Natal Istinatun hestynistinatun@gmail.com <p>Konsep hidup <em>(life)</em> dalam Alkitab memuat dimensi yang kaya dan mendalam, mencakup aspek fisik, spiritual, relasional, dan eskatologis. Dalam Perjanjian Lama, istilah <em>chayyim</em> sering digunakan untuk merujuk pada kehidupan sebagai anugerah dari Allah yang berkaitan erat dengan ketaatan kepada hukum-Nya. Sementara dalam Perjanjian Baru, kata <em>Zoe</em> muncul sebagai konsep hidup yang kekal dan berlimpah dalam Kristus. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengajaran Alkitab mengenai ‘hidup’ dari perspektif biblika dan teologis serta menguraikan implikasinya terhadap pembinaan iman umat Kristen, khususnya dalam konteks pendidikan teologi dan pembentukan karakter. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, ditemukan bahwa pengajaran tentang hidup dalam Alkitab bukan hanya berbicara tentang keberadaan biologis, tetapi lebih jauh lagi menyentuh relasi dengan Allah, kebermaknaan eksistensi, dan panggilan hidup umat Allah. Penelitian ini menemukan konsep hidup sebagai nilai teologis sentral dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen, guna menanamkan kesadaran eksistensial dan tanggung jawab etis dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2025-12-04T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/247 A Theological Study of Jesus’ Leadership and Management as the Foundation of Church Ministry 2025-09-26T06:57:16+08:00 Maria Titik Windarti maria@sttkb.ac.id David Ming david_ming2002@yahoo.com Junio Richson Sirait juniorichson1995@gmail.com <p>This theological study explores the nature and implementation of Jesus’ leadership and management as a foundational paradigm for church ministry. Utilizing a phenomenological methodology within a naturalistic paradigm and grounded in a qualitative research approach, data were gathered through observation, in-depth interviews, and comprehensive literature analysis. The findings reveal a significant disparity in the understanding and application of Jesus’ leadership and management principles within ecclesial contexts. This discrepancy is primarily attributed to four interrelated factors: (1) insufficient comprehension of the foundational concepts of Jesus’ leadership and management, (2) a lack of clarity regarding their intended purpose within ministry,(3) weak strategic alignment with Jesus’ leadership model, and(4) the absence of Christlike character in the exercise of leadership roles within the church. Drawing upon theological frameworks and empirical insights, the study proposes a contextualized model for integrating the leadership and management of Jesus as a core foundation for effective and faithful church ministry. The research outcomes offer practical implications for local congregations in Indonesia and serve as a reference point for future theological and pastoral scholarship. All reflections and recommendations are ultimately directed toward the glorification of God.</p> 2025-12-11T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/268 Menelusuri Konvergensi dan Divergensi dalam Soteriologi Armeniansme dan Kalvinisme 2025-10-07T09:54:41+08:00 Togi M. Sigalingging togisigalingging12@gmail.com Mulpida Sirait pidasirait6676@gmail.com Ratri Kusuma Wijaya ratripk2sttyestoya@gmail.com Roike R. Kowal roudjerkowal@gmail.com <p>Soteriologi merupakan salah satu topik teologis yang paling mendalam dalam tradisi Kristen. Sebagai cabang teologi yang mempelajari keselamatan, soteriologi menyentuh aspek-aspek esensial tentang bagaimana manusia dapat diperdamaikan dengan Allah. Dalam sejarah gereja, berbagai pandangan telah berkembang mengenai mekanisme keselamatan, yang terbagi menjadi banyak aliran dan tradisi. Salah satu perdebatan yang paling terkenal dan kontroversial adalah perbedaan soteriologi antara Armeniansme dan Kalvinisme. Meskipun keduanya berakar pada ajaran Kristen yang sama, keduanya menawarkan pandangan yang sangat berbeda mengenai kedaulatan Allah, kehendak bebas manusia, dan peran anugerah dalam keselamatan.</p> 2025-12-12T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/204 Implementasi Prinsip-Prinsip Pelayanan Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Matius Bagi Gembala Sidang Se Mojokerto Provinsi Jawa Timur 2025-08-08T08:37:30+08:00 Jisrel Yabes Samene yabes220@gmail.com Paulus Sentot Purwoko paksentot@gmail.com Ari Suksmono Hendiarto arisuksmono@gmail.com <p>Masa pelayanan Tuhan Yesus di dunia hanya sekitar tiga setengah tahun, tetapi selama masa tiga setengah tahun memiliki pengaruh besar dan memberikan perubahan pada kehidupan manusia sepanjang sejarah.Dalam tindakan-Nya, Tuhan Yesus disebut sebagai Tuhan dan guru tidak hanya oleh murid-murid-Nya tetapi juga oleh musuh-musuh-Nya. Dia bukan hanya seorang guru biasa Dia adalah seorang guru agung karena dia melakukan apa yang dia katakan untuk menjadi teladan bagi murid-murid-Nya. Sangat menarik bahwa, sebagai pemipin rohani bagi umat manusia, para Gembala Sidang memiliki gaya hidup keteladanan Yesus Kristus dan memiliki kemampuan untuk mengajarkan kepada jemaatNya, yang Tuhan percayakan dengan prinsip yang tepat untuk mencapai tujuan mereka dengan cara yang efektif dan efisien. Keteladanan Yesus bagi guru Kristen berdasarkan Injil Matius dibahas dalam artikel ini dengan metode kuantitatif. Semua Gembala Sidang sebagai pemimpin rohani, memiliki tanggung jawab atas apa yang mereka ajarkan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana keteladanan Yesus digunakan oleh para Gembala Sidang dalam menjalankan tugas mereka untuk memberitakan Injil Kerajaan Surga dan melakukan pelayanan Tuhan Yesus Kristus berdasarkan Injil Matius di antara para Gembala Sidang di wilayah Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Diharapkan bahwa penelitian ini akan menjadi dasar bagi setiap Gembala Sidang sebagai pemimpin rohani.</p> 2025-12-16T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/272 Nilai-Nilai Teologis tentang Tidak Ada yang Berkelebihan dan Tidak Ada yang Berkekurangan Berdasarkan 2 Kor. 8:13-15 dan Relevansinya bagi Praktek Gereja Masa Kini 2025-10-07T09:58:17+08:00 Ricard Lieberth htrebeil88@gmail.com Yanto Paulus Hermanto yantopaulush@gmail.com <p><em>This study examines the principle of equality in the body of Christ based on 2 Corinthians 8:13–15, particularly the idea that “no one has too little and no one has too much.” The issue is significant because socio-economic injustice and inequality remain real challenges for the contemporary church. The purpose of this research is to explore the Christian ethical meaning of the text and its implications for the praxis of today’s church. The method employed is a theological literature review and biblical exegesis with an applied ethics approach. The findings highlight a novelty that Paul’s principle is not merely a charitable teaching, but a paradigm of equity rooted in the love of Christ. This discovery is important as it reaffirms the church’s calling to embody tangible solidarity that fosters equality within the body of Christ and the wider society.</em></p> 2025-12-16T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/274 Penilaian Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pendidikan Agama Kristen 2025-10-13T15:32:39+08:00 Emeliana Emeliana emeliana1005@gmail.com <p>Dalam Penelitian ini menyelidiki implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta, dengan fokus khusus pada penilaian keterampilan menulis teologis dan reflektif mahasiswa. Dengan menggunakan desain penelitian pra-eksperimental. &nbsp;Penelitian ini melibatkan 5 &nbsp;mahasiswa teologi dan 5 mahasiswa PAK &nbsp;semester lima &nbsp;yang dipilih melalui pengambilan sampel. Pra-tes dan pasca-tes diberikan untuk mengevaluasi hasil belajar mahasiswa terkait penulisan esai teologis dan interpretasi Pendidikan Agama Kristen.&nbsp; Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental dengan model pra-tes dan pasca-tes satu kelompok untuk menyelidiki efektivitas pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan prestasi akademik dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan PjBL memfasilitasi perilaku akademik utama seperti pendekatan pembelajaran, penelitian mandiri, berbagai sumber data, dan refleksi teologis. Lebih lanjut, mahasiswa menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam pemecahan masalah dan diskusi antarteman ketika tugas dibingkai melalui pertanyaan-pertanyaan pendorong yang relevan dengan doktrin Kristen dan praktik pelayanan. Dengan demikian semakin banyaknya literatur tentang PjBL dalam pendidikan tinggi berbasis agama dan menawarkan wawasan praktis bagi para pendidik yang ingin merancang kurikulum teologi yang lebih efektif dan berpusat pada mahasiswa. Model penilaian yang diusulkan menyoroti keseimbangan antara ketelitian akademis dan keterlibatan spiritual reflektif, yang penting bagi pendidikan teologi formatif.</p> 2025-12-31T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi (JUTEOLOG)