Doktrin Trinitas dalam Perspektif Biblika dan Patristik: Relevansinya bagi Gereja Masa Kini

Authors

  • Yanvantius Tulai Program Studi Doktor, Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

      DOI:

https://doi.org/10.52489/juteolog.v6i2.280

Keywords:

Trinitas, Biblika, Patristik, Gereja, Relevans

Abstract

Doktrin Trinitas merupakan pilar utama dalam teologi Kristen yang menyatakan bahwa Allah adalah satu hakikat dalam tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah dasar biblika dari doktrin ini sebagaimana tercermin dalam teks-teks Perjanjian Baru serta menelusuri perkembangan dan artikulasinya dalam pemikiran para Bapa Gereja (Patristik). Dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur historis-teologis, artikel ini mengkaji bagaimana Konsili Nicea (325 M) dan Konsili Konstantinopel (381 M) memformulasikan pengakuan iman Trinitaris sebagai respons terhadap ajaran sesat seperti Arianisme. Selanjutnya, tulisan ini menyoroti relevansi doktrin Trinitas dalam konteks gereja masa kini, termasuk implikasinya terhadap penyembahan, kehidupan jemaat, relasi interpersonal, dan misi gereja di tengah pluralitas dunia modern. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang benar terhadap Allah Tritunggal tidak hanya mempertahankan kemurnian iman Kristen, tetapi juga membentuk spiritualitas dan pelayanan gereja yang berpusat pada kasih, persekutuan, dan pengutusan.

References

Athanasius. (1995). Orations Against the Arians (II.18). Dalam P. Schaff & H. Wace (Ed.), Nicene and Post-Nicene Fathers, Second Series, Vol. 4 (hlm. 325). Peabody, MA: Hendrickson Publishers.

Bosch, D. J. (1991). Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission. Maryknoll, NY: Orbis Books.

Erickson, M. J. (1995). Allah dalam Tiga Pribadi: Penafsiran Kontemporer tentang Trinitas (hlm. 25, 78).

Grand Rapids, MI: Baker Book House. [Diterjemahkan dari God in Three Persons: A Contemporary Interpretation of the Trinity].

Erickson, M. J. (1995). God in Three Persons: A Contemporary Interpretation of the Trinity (hlm. 78). Grand Rapids, MI: Baker Book House.

Grenz, S. J. (2000). Theology for the Community of God (hlm. 53, 62). Grand Rapids, MI: Eerdmans.

Grudem, W. (2020). Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine (2nd ed., hlm. 251). Grand Rapids, MI: Zondervan.

Grudem, W. (2020). Teologi Sistematik: Pengantar kepada Doktrin Alkitabiah (Edisi Kedua, hlm. 248, 251). Grand Rapids, MI: Zondervan. [Diterjemahkan dari edisi Inggris].

Moltmann, J. (1993). The Trinity and the Kingdom of God: The Doctrine of God (hlm. 15, 150). Minneapolis, MN: Fortress Press.

Newbigin, L. (1995). The Open Secret: An Introduction to the Theology of Mission (hlm. 29). Grand Rapids, MI: Eerdmans.

Reeves, M. (2012). Delighting in the Trinity: An Introduction to the Christian Faith (hlm. 21). Downers Grove, IL: IVP Academic.

Tertullian. (1994). Adversus Praxean (bab 2). Dalam A. Roberts & J. Donaldson (Ed.), The Ante-Nicene Fathers, Vol. 3 (hlm. 598). Peabody, MA: Hendrickson Publishers.

The Nicene Creed (325 M) dan The Niceno-Constantinopolitan Creed (381 M).

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Tulai, Y. (2026). Doktrin Trinitas dalam Perspektif Biblika dan Patristik: Relevansinya bagi Gereja Masa Kini. Jurnal Teologi (JUTEOLOG), 6(2), 38-46. https://doi.org/10.52489/juteolog.v6i2.280

Issue

Section

Articles