OTORITAS: Makna, Tantangan, dan Relevansinya dalam Pembinaan Karakter Mahasiswa Angkatan 2024–2025 Di STTIAA
DOI:
https://doi.org/10.52489/juteolog.v6i2.319
Keywords:
Otoritas, Generasi Z, Teologi Reformed, Pembinaan KarakterAbstract
Otoritas merupakan konsep krusial namun problematis dalam konteks pendidikan tinggi teologi di Indonesia, khususnya dengan hadirnya mahasiswa angkatan 2024–2025 yang termasuk dalam Generasi Z digital dan bersikap kritis terhadap hierarki tradisional. Artikel ini bertujuan mengkaji makna, tantangan, dan relevansi otoritas dalam pembinaan karakter mahasiswa STTIAA. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif, penelitian ini mengintegrasikan perspektif teologi, epistemologi personal Michael Polanyi, serta analisis kritis terhadap dinamika sosio-kultural dan kebijakan pendidikan tinggi Indonesia. Melalui penelusuran akar konseptual auctoritas (yang menumbuhkan) dan exousia (kewenangan delegasi), artikel ini berargumen bahwa otoritas yang relevan bukanlah dominasi struktural, melainkan otoritas yang menumbuhkan, melayani, dan membentuk kebebasan yang bertanggung jawab. Bagi Generasi Z, otoritas dosen perlu diredefinisi sebagai otoritas dialogis, kuratorial, dan epistemik yang memandu pencarian kebenaran secara bijaksana. Refleksi diperkaya dengan pemikiran tokoh Indonesia seperti Magnis-Suseno, Darmaputera, dan Kristanto, serta data terkini tentang Generasi Z. Disimpulkan bahwa pemahaman otoritas yang alkitabiah (berdasarkan narasi Penciptaan-Kejatuhan-Penebusan) dan responsif konteks mampu membentuk karakter mahasiswa yang integratif altruis, tangguh, dan misioner sesuai visi STTIAA. Rekomendasi praktis difokuskan pada pengembangan model kepemimpinan dosen, kurikulum partisipatif, dan penguatan komunitas akademik-spiritual.
References
Alkitab. Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Lembaga Alkitab Indonesia.
Aritonang, Jan S., & Steenbrink, Karel (Eds.). (2008). A History of Christianity in Indonesia.
Brill. Arendt, Hannah. (1968). On Authority. Schocken Books.
Bhakti, Ikrar Nusa. (2020). Budaya Politik Indonesia: Antara Patrimonialisme dan Demokratisasi. Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan, 9(1), 15–30.
Calvin, John. (1960). Institutes of the Christian Religion. Westminster John Knox Press.
Darmaputera, Eka. (1994). Pancasila dan Religiositas Indonesia: Perspektif Etika Kristen. BPK Gunung Mulia.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2023). Peta Jalan Pendidikan Tinggi Indonesia 2023–2030.
Hikam, Muhammad A.S. (2021). Pasca-Otoritarianisme: Memori dan Trauma Kolektif dalam Politik Indonesia. Jurnal Prisma, 40(2), 45–60.
Karman, Yonky. (2017). Bercermin Pada Wajah-Wajah Kehidupan: Eksposisi Kitab Amsal.Literatur SAAT.
Kristanto, Bambang. (2020). Teologi Reformed dalam Konteks Indonesia: Sebuah Pengantar. Momentum.
Kuyper, Abraham. (1931). Lectures on Calvinism. Eerdmans.
Magnis-Suseno, Franz. (1997). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Gramedia Pustaka Utama.
Mulyono, Edi. (2022). Generasi Z Indonesia: Gaya Belajar, Spiritualitas, dan Tantangan Pendidikan. Pustaka Pelajar.
Polanyi, Michael. (1958). Personal Knowledge: Towards a Post-Critical Philosophy. University of Chicago Press.
Rakhmat, Ioanes. (2008). Menggugat Doktrin Kristologi Tradisional: Dari Ontologi ke Paradigma Historis. Penerbit Buku Kompas.
Susanto, Happy. (2023). Profil Generasi Z Indonesia: Data, Karakter, dan Implikasi bagi Pendidikan Tinggi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 88–105.
Wolters, Albert M. (2005). Creation Regained: Biblical Basics for a Reformational Worldview. William B. Eerdmans Publishing Company.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





